Kata Pesisir di Sore Hari

Pantai Sodong 

Apa yang terpikirkan ketika senja semakin merendah berikut dengan pesona sekaligus gradasi warna dicakrawala sembari menikmati desiran ombak didepan indera penglihatan?. Seketika takjub sekaligus semakin merasakan begitu tenangnya semesta.

Dari pesisir penggalan ini dapat tercurahkan. Bersama seorang kembang yang sedang bersantai ditumpukan batu sore itu terasa ada sesuatu yang berbeda ataupun berlebih. Eloknya sore itu seakan membius kita hingga tak dapat berkata kata. Kala langit mulai meredup sinarnya tiba tiba ada bintang jatuh, lalu secara spontan kita membuat wishlist dan merahasiakannya. Hamparan langit jingga dan desiran ombak sore itu meredam berbagai emosi dan menenangkan pikiran.

Rembulan mulai muncul begitu bintang berbaris di sekitarnya. Imajinasi sore itu semakin menjadi jadi. Hingga beberapa saat terbesit pikiran untuk mengungkapkan hal yang akhir-akhir ini menghantuiku. Lalu ombak-ombak itu berbisik untuk menahan dahulu. Terjadi paradoks dalam pikiran karena sudah tak dapat menahannya. Kembali ombak dibantu angin guna mengingatkan belum saatnya hal itu terucap hingga akhirnya aku membuat sebuah catatan dan kusampaikan padanya

Senjaku di pesisir 

Aku menghayati senja dengan seorang kembang 
Menyaksikan jingga dan hitam bergantian 
Perasaanku terhanyut oleh desiran ombak 
Diatas batu aku duduk berbagi cinta 
Inginku membuat kisah dengannya 
Naas aku tak berani berucap aku menyayanginya 
Rangkaian ini mewakili perasaan yang tak sempat terucap dan ter sampaikan 

Lalu langit jingga itu menghilang mengatakan saatnya untuk pulang serta mengatakan entah kapan waktunya menyatakan hal-hal itu.

Mengambil penggalan dari novel metter/second 'I didn't even realize that I still had that special place reserved until she came and I said claimed her'. 

Silakan di lihat :


Alang-alang



Comments

Post a Comment